Trik membuat tabel Frekuensi dengan SPSS

October 9, 2008 at 4:26 am 3 comments

Membuat tabel frekuensi secara manual sebenarnya mudah, namun tetap butuh waktu yang cukup lama karena setidaknya kita harus menentukan dulu atau menghitung dahulu :

1. Mengumpulkan datanya

2. Mengurutkan datanya

3. Menghitung jangkauannya

4. Menentukan berapa banyaknya kelas (k)

5. Panjang Interval Kelasnya (i), dan

6. Menentukan batas bawah kelas pertama

Contohnya sebagai berikut :

Dari hasil test semester kelas Ic SMP N 1 Komputer diperoleh nilai mata pelajaran TIK adalah sbb :

78 72 74 79 74 71 75 74 72 68

72 73 72 74 75 74 73 74 65 72

66 75 80 69 82 73 74 72 79 71

70 75 71 70 70 70 75 76 77 67

maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengurutkan dahulu datanya, karena ini data nilai lebih tepatnya kita urutkan dari terkecil ke yang terbesar, sehingga hasilnya sbb:

65 66 67 68 69 70 70 70 70 71

71 71 72 72 72 72 72 72 73 73

73 74 74 74 74 74 74 74 75 75

75 75 75 76 77 78 79 79 80 82

Setelah data diurutkan, langkah berikutnya lagi adalah menentukan jangkauan atau sering disebut dengan Range (R), mudah saja dari data diatas maka bisa dihitung yaitu nilai tertinggi – nilai terendah sehingga hasilnya adalah 82 – 65 = 17, berarti Rangenya (R) = 17

Setelah R nya ketemu dilanjutkan lagi dengan, berapa kelas yang akan dibuat ? Kita bisa menggunakan rumus

k = 1 + 3,3 Log n

dimana:

k = banyaknya kelas

n = banyaknya data

dari rumus tersebut tinggal dimasukkan nilainya sehingga menjadi

k = 1 + 3,3 Log 40

k = 1 + 5,3

k = 6,3

k =  6 (dibulatkan)

Nah sampai disini bisa dilanjutkan lagi panjang kelas intervalnya berapa ? nah berarti tinggal membagi saja yaitu Range dibagi dengan banyaknya kelas, sehingga ketemunya :

i = 17/6

i = 2,8

i = 3 (dibulatkan)

Setelah ini tinggal ditentukan batas bawah kelas pertamanya, kita ambil contoh nilai terendahnya yang kita ambil. Kemudian disusun tabel frekuensinya :

TABEL 4.2 Nilai test semester mata pelajaran TIK

kelas Ic SMP N 1 Komputer

Nilai

Tally

Frekuensi

65 – 67

68 – 70

71 – 73

74 – 76

77 – 79

80 – 82

III

IIII I

IIII IIII II

IIII IIII III

IIII

II

3

6

12

13

4

2

Jumlah

40

Nah mudah kan ?

Oke kita lanjutkan lagi kalau dengan SPSS

1. Pertama buat dahulu variabelnya di SPSS seperti ini :

disini kita menggunakan 2 variabel yaitu nama dan nilai, nama bertype data nominal sedangkan nilai menggunakan tipe scale

Dilanjutkan lagi dengan mengentry datanya sebagai berikut (kalau membutuhkan bisa didownload):

Setelah data dientry tinggal masuk ke menu Analyze > Descriptive Statistics > Frekuencies (saya menggunakan SPSS 11), sehingga keluar menu sbb :

Selanjutnya pindahkan variabel nilai dari kiri ke kanan, agar bisa menampilkan grafiknya sekalian tekan chart, pilih Histograms  > centang with normal curve > Continue > Ok sehingga hasilnya :

Tabel Frekuensi yang dihasilkan oleh SPSS tentunya berbeda kalau kita membuatnya dengan cara manual yang menggunakan kelas interval, nah kalau mau menggunakan yang kelas interval di SPPS ya harus dihitung dahulu sama seperti cara manuall, namun nanti Tabel Frekuensinya dibuatkan sama SPSS, nah dari data di atas bisa lanjutkan lagi agar tabel frekuensi yang dihasilkan sama dengan cara manual, dan menggunakan kelas interval.

Langkahnya tambahkan variabel baru dengan cara :

masuk ke menu Tranform > Recode > Into Different Variables > Keluar menu

Pada variabel nilai dipindah ke kanan, Name pada Output Variable diberi nama = intNilai dan Label diisi = Interval. Sampai langkah ini klik Tombol Old and New Values.

Klik Range, pada Range diisi 65, pada through diis 67, pada Value diisi angka 1, kemudian klik Add. Langkah ini dijalankan sampai 6 kali, karena tabel frekuensi yang kita coba ada 6 kelas. Sehingga menunya menjadi sbb :

Selanjutkan > Continue > Change > OK. Sampai disini kita telah memiki variabel baru dengan nama intnilai yang berisi kelas-kelas interval dari masing-masing nilai. Nah sampai disini ternyata belum cukup. Perlu tambahan trik sedikit saja. Mari kita lanjutkan. Buka menu Variable View, pada variabel ketiga (intnilai) dan pada kolom value klik tombol … sehingga keluar menu. Pada Value diisi 1 pada Label diisi 65 – 67 terus Add. hal ini dilakukan sampai 6 kelas. Sehingga hasilnya sbb :

Sekalian agar data kelasnya rapih Variable ketiga Decimalsnya diisi 0 (nol). Langkah berikutnya kembali ke Data View. Masuk menu Analyze > Descriptive Statistics > Frekuencies, langkah berikutnya sama dengan atas, cuman bedanya pada variabel nilai yang masih berada pada sebalah kanan, dikembalikan ke kiri dan digandi dengan variabel intnilai (jadi yang dibuat tabel frekuensi adalah variabel intnilai) Sehingga hasilnya sbb :

Nah sampai disini selesai sudah membuat tabel Frekuensi. Setidaknya tidak jauh beda hasil yang dibuat dengan cara manual dan yang dihasilkan oleh SPSS.

Entry filed under: Statistik. Tags: .

Hari yang aneh di MS Outlook koneksi VB 6.0 dengan mysql odbc

3 Comments Add your own

  • 1. trusteny  |  November 6, 2008 at 4:22 am

    isi webnya sangat befungsi untuk tugas- tugas saya thanks

    Reply
  • 2. jingklak  |  November 11, 2008 at 5:45 am

    sama-sama semoga bermanfaat

    Reply
  • 3. puput  |  April 19, 2009 at 2:59 am

    Makasih banyak infonya ya ^__^

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


October 2008
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

%d bloggers like this: