alat test psikologi

November 24, 2008 at 1:27 am 1 comment

saya mau bertanya tentang beberapa hal yang berkaitan dengan pembuatan alat tes psikologi..
di tempat saya bekerja ada rencana jangka panjang untuk membuat alat tes sendiri yang bisa dipake oleh internal..
pertanyaan saya:

1. apakah boleh kita sebagai praktisi (baru S.Psi) membuat alat tes sendiri? ini berkaitan dengan kode etik psikologi ato tidak? (gak ada hubungan dengan statistik,tapi penting juga untuk diketahui..)
2. Apa + dan – nya kalo pake alat tes sendiri dibanding pake alat tes luar?
3. langkah2 apa yang harus dilakukan?
4. kalo secara statistik, perhitungan apa saja agar alat tes itu dapat valid, dan sejajar dengan alat tes yang berlaku di pasaran??
5. berapa orang yang diperlukan untuk membuat normanya??

jawaban :

Dear Lolykeren,

Sama nieh, persoalannya saya juga lagi mau membuat alat tes baru, tapi kebigungan carana seperti apa? saya hanya punya pengetahuan sedikit dalam mengkonstuksi alat tes, gimana kalau kita diskusiūüôā saya coba menjawab pertanyaan di bawah;

1. Apakah boleh kita sebagai praktisi (baru S.Psi) membuat alat tes sendiri? ini berkaitan dengan kode etik psikologi ato tidak? (gak ada hubungan dengan statistik,tapi penting juga untuk diketahui..)

Saya belum pernah, melihat ada peraturan bahwa di luar psikologi di larang untuk membuat alat tes psikologi. Setahu saya, beberapa alat tes psikologi di buat oleh orang di luar psikologi dan kebanyakan alat tes psikologi di buat oleh psikiater, jadi kesimpulanya boleh saja

2. Apa + dan Рnya kalo pake alat tes sendiri dibanding pake alat tes luar?

(+) nya bahwa alat tes yang kita buat akab lebih valid karena sangat spesifik dari persoalan yang kita buat dan dari norma alat ukurnya. Artinya hasilnya akan sangat tepat menggambarkan aspek yang memang dapat di prediksi untuk kesuksesan dalam suatu jabatan tertentu.

(-) nya adalah biasanya dari segi operasional, dari biaya san waktu pembuatan alat tes sangat mahal dan lama sekali, sehingga biasanya imagenya jadi di ragukan ke validitasannya karena kurang memenuhi kaidah metodologi penelitian

3. langkah2 apa yang harus dilakukan?

Secara umum adalah sebagai berikut :

1. Identifikasi setiap pekerjaan atau jabatan yang ingi di buat alat tesnya. fungsi identifikasi ini untuk menemukan aspek apa yang ada dan berpengaruh pada jabatan tersebut. Caranya berbagai macam, bisa di mulai dari jobdes yang ada, wawancara sampai observasi kelapangan. Data tersebut harus dapat di terjemahkan dalam suatu kerangka kerja psikis seperti : daya ingat, konsentrasi, daya abstraksi, visual motorik dll

2. Membuat Blue print : Blue Print adalah hal yang sangat penting ketika melakukan konstruksi alat tes, dari blue print membuat kita kerja secara sistematis. Hasil akhir dari Blue Print di dapat aspek sampai jenis item yang akan di berika kepada perserta.

3. Adakan uji coba alat ukur untuk mendapatkan validitas dan reliabilitas. sebelumnya tentukan dulu:

a. Mencari populasi yang mirip dengan subjek penelitian kita ada beberapa cara.

b. Menentukan jumlah sampel yang diperlukan: bisanya dihitung dengan statistik, untuk menghitung berapa tingkat kesalahan yang dibuat

c. Melakukan pengolahan data untuk mencari validitas dan reabilitas. Dalam tahap ini pertimbangannya adalah data yang di dapat dari alat ukur itu sendiri, apakah bersifat nominal, ordinal atau interval. Jenis data ini akan menentukan pengolahan statistik yang digunakan

d. Tahap yang menyebalkan. Merevisi alat ukut, hal ini bisa bekali-kali ini yang menghabiskan biaya dan waktu.

e. Improvisasi dari saya. setelah valid dan realiabel maka coba adakan uji korelasi dengan preformance kerja dari karyawan. Jika berkorelasi tinggi maka bisa dikatakan alat kita sukses, akan tetapi dengan catatan bahwa performance kerja yang di dapat juga valid. JIka korelasinya tidak tinggi, mungkin saja alat ukur kita valid hanya saja harus di jelaskan dengan faktor yang lain. sama ketika kita menjelaskan antara sikap dan perilaku, secara teroritis antara sikap dan perilaku itu kaitannya masih sangat jauh kalau kita berpegangan dengan memakai teori azben dan Fishben

4. kalo secara statistik, perhitungan apa saja agar alat tes itu dapat valid, dan sejajar dengan alat tes yang berlaku di pasaran?

Berdasarkan penjelasan diatas bergantung dengan data yang dihasilkan dari alat ukut tersebut.

Validitas : Data nominal bisa pakai analisa beda item dan indek kesukaran (ada   perhitungan tersendiri), data Ordinal bisa pakai Rank Spearman, data interval dan rasio bisa pakai person

Realibilitas : tekniknya berbagai macam tapi yang saya ingat saja yach,,, ada yang disebut dengan internal konsistensi seperti , teknik belah dua, formula alfa dll ( biasaya untuk data yang bersifat ordinal atau interval), kalau nominal biasanya memakai formula KR 20. Teknik ini untuk mencari konsistensi di antara item itu sendiri.

Ada teknik yang lain saya lupa namanya yaitu, memberikan alat ukur tersebut kepada responden, kemudian beberapa bulan kemudian di ukur lagi dengan alat ukur yang sama, hasil pengukuran pertama dan ke-2 di korelasikan. Semakin tinggi hasil korelasi maka, semakin tinggi juga tingkat realibilitas yang di hasilkan. Teknik yang lainnya adalah mengkorelasikan alat tes yang kita buat dengan hasil alat tes serupa. misalnya kita membuat alat tes untuk tingkat kecemasan, alat tes kita dan alat tes yang sudah baku misalnya STAI dari spilberger di cobakan kepada individu yang sama, kemudian kedua hasil tersebut di korelasikan, jika hasil korelasi sama maka boleh dikatakan bahwa alat ukur kita sudah benar.

5. berapa orang yang diperlukan untuk membuat normanya??

Wah pertanyaan ini sangat sulit dijawab, paling ideal jawabannya mungkin sebanyak-banyaknya yang di dapat, karena norma sebenarnya berkaitan dengan memprediksi kelakuan populasi yang akan kita ukur. Logikanya kalau semua populasi di ambil untuk dijadikan norma, maka norma yang kita dapat sudah akurat. Akan tetapi jika populasi sangat sedikit, maka akan menjadi pertanyaan juga, apakah norma tersebut memang sudah mewakili dari apa yang akan di ukur.

mudah-mudahan penjelasa saya dapat membatu, jika bingung kita diskusi lagi,,, yang jelas secara teoritis begitu, saya juga sedang membuat alat ukur baru, akan tetapi kendalanya berbagai macam ketika ingin mengkonstuksinya,,, puyeng,,,,

ayo kita berbagi ilmu praktisūüôā

sumber milis statistik psiklogi

Entry filed under: Statistik. Tags: .

Mengenal CSS mengatasi masalah php_curl dan open_ssl pada moodle

1 Comment Add your own

  • 1. adika ranggala  |  April 18, 2009 at 2:06 am

    Ada teknik yang lain saya lupa namanya yaitu, memberikan alat ukur tersebut kepada responden, kemudian beberapa bulan kemudian di ukur lagi dengan alat ukur yang sama, hasil pengukuran pertama dan ke-2 di korelasikan.

    Kalau gak salah istilahnya tryout yach.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


November 2008
M T W T F S S
« Oct   Dec »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

%d bloggers like this: